Istilah “Pusing Pala Barbie” mugkin cocok untuk
menggambarkan kehidupan Badak Jawa yang kian
hari kian memprihatinkan. Hal ini
karena jumlah mereka yang semakin menyusut dan terdesak. Dewasa ini,
permasalahan yang paling intens dibicarakan adalah mengenai mengadaan
rumah yang nyaman untuk keberlangsungan hidup Badak Jawa.
Upaya menyediakan rumah yang nyaman dan aman bagi binatang bernama
Badak Jawa ini tidak dapat ditunda lagi. Deretan panjang ancaman kepunahannya
seharusnya menjadi perhatian berbagai pihak. Kehidupan di hutan belantara sudah
tak lagi menjadi urutan nomer satu, mengingat banyaknya pemburuan liar terhadap
hewan langka ini.
Berbagai hal telah diupayakan guna menemukan rumah yang memadai
untuk keberlangsungan episode kehidupan Badak Jawa, terutama Badak Jawa yang sudah terancam punah.
Di Indonesia, populasi Badak Jawa Jawa bisa di temukan di Taman Nasional Ujung Kulon
dengan jumlah yang sangat sedikit, hanya
sekitar 60 ekor.
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan wilayah yang cocok untuk habitat Badak Jawa. Namun, perlu dipertimbangkan
lagi untuk membiarkan Badak Jawa bertahan di Taman Nasional Ujung Kulon.
Mengingat lokasi Taman Nasional Ujung Kulon yang berdekatan dengan Gunung Krakatau
yang suatu waktu dapat meletus dan menghancurkan populasi hewan langka ini.
Disamping itu, di Taman Nasional Ujung Kulon Badak Jawa Jawa harus hidup dengan
dua kekhwatiran besar, yaitu ancaman pemburu gelap yang menginginkan cula
mereka dan jumlah asupan pakan alami yang kurang, karena Badak Jawa harus
bersaing dengan Banteng yang jumlahnya lebih besar dibandingkan Badak Jawa.
Melihat penomena tersebut, maka keputusan untuk menemukan rumah baru
bagi Badak Jawa sangat perlu di lakukan, mengingat populasi Badak Jawa yang
semakin terdesak. Berdasarkan penelitian awal WFF, tersebutlah Taman Nasional
Halimun di Gunung Salak, Jawa Barat sebagai rumah kedua yang cocok untuk Badak
Jawa, karena lokasinya yang tidak terlalu jauh serta pernah menjadi habitat Badak
Jawa.
Taman Nasional Halimun di Gunung Salak dianggap lebih nyaman untuk
rumah Badak Jawa. Hal ini karena Badak Jawa bisa bebas mencari makan tanpa
harus khawatir bersaing dengan Banteng seperti di Taman Nasional Ujung Kulon. Hal
lain yang menjadi pertimbangan untuk memilih Taman Nasional Halimun di Gunung
Salak sebagai lokasi baru untuk rumah Badak Jawa, karena topografi Taman
Nasional Halimun di Gunung Salak sangat sesuai dengan habitat Badak Jawa. Selain
itu, lokasi Taman Nasional Halimun di Gunung Salak juga berada jauh dari gunung
berapi, sehingga populasi Badak Jawa dirasa lebih aman berada di Taman Nasional
Halimun di Gunung Salak dibandingkan tetap berada di Taman Nasional Ujung Kulon.
Seperti halnya manusia ketika hendak pindah ke rumah baru, mereka
butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi rumah barunya. Begitu pula dengan
Badak Jawa. Bukan perkara mudah memindah Badak Jawa dari Taman Nasional Ujung
Kulon ke Taman Nasional Halimun di Gunung Salak. Kekhawatiran terbesar adalah Badak
Jawa tidak mampu beradaptasi dengan habitat baru mereka. Namun, ada bebarapa
hal yang bisa dilakukan guna mengoptimalkan pemindahan rumah Badak Jawadan
tentunya membuat mereka nyaman di rumah baru. Adapun hal-hal tersebut, yaitu :
1.
Optimalisasi
Kubangan yang nyaman. Mengingat Indonesia sekarang berada dalam musim kemarau,
maka perlu adanya upaya dari pemerintah maupun masyarakat untuk turut menjaga ketersediaan
air bagi Badak Jawa. Adapun upaya yang dilakukan dengan rutin mengontrol daerah
kubangan. Hal ini dimaksudkan agar jangan sampai terjadi kekeringan di daerah
kubangan. Jika didapati kubangan dalam kondisi kering, maka petugas perlu
melakukan penyaluran air menuju tempat-tempat kubangan tersebut. Disamping itu,
untuk menjaga kubangan tetap terisi air, dapat dilakukan dengan penggalian
sumur di dekat kubangan yang berfungsi sebagai lokasi cadangan air, jika suatu
waktu kubangan mengalami kekeringan. Kubangan yang nyaman akan mampu meminimalisir
tingkat stres Badak Jawa, karena binatang yang satu ini umumnya lebih suka
berlama-lama dalam kubangan. Selain untuk menjaga suhu tubuh, berkubang di
lumpur juga dapat mencegah penyakit dan parasit.
2.
Sistem keamanan
habitat baru perku ditingkatkan, agar meminimalisir aksi pemburuan liar dari
pihak yang tidak bertanggung jawab. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan
memasang kamera pengintai lebih banyak. Sebagai catatan, sebelum melakukan
pemasangan kamera pengintai, petugas harus mengetahui jalur-jalur yang biasa
dilalui Badak Jawa. Nah, upayakan agar kamrea pengintai dipasang di jalur-jalur
yang biasa dilalui Badak Jawa.
3.
Kedepan, Badak
Jawa akan berada di Taman Nasional Halimun Gunung Salak yang juga merupakan
lokasi wisata, maka ada baiknya petugas menyiapkan jalur khusus untuk
pengunjung agar tidak mengganggu aktivitas Badak Jawa. Kita ketahui bersama,
bahwa sifat dasar Badak Jawa adalah tenang dan pemalu, kecuali sedang
berkembang biak atau seekor induk yang sedang mengasuh anakknya.
4.
Pengelolaan
Taman Nasional Halimun Gunung Salak juga harus memperhatikan ketersediaan pakan
alami Badak Jawa. Di Taman Nasional Ujung Kulon ketersediaan pakan alami Badak
Jawa sangat minim. Hal ini disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan tanaman Invasi langkap
(Arenga Obtusifolia) di sekitar lokasi tumbuhnya pakan alami Badak Jawa.
Tumbuhan tersebut menghalangi masuknya sinar matahari yang akhirnya menghambat
tumbuhnya semak-semak dan ranting yang menjadi pakan alami Badak Jawa.
Demikianlah upaya yang dapat
dilakukan untuk optimalisai rumah yang nyaman bagi Badak Jawa. Intinya, setiap
mahluk hidup akan merasa aman dan nyaman jika kebutuhan pokok mereka telah
terpenuhi. Oleh karena itu, upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka mendukung
perkembangbiakan dan kenyamanan Badak Jawa adalah dengan memenuhi kebutuhan
pokok Badak Jawa berupa penyedian pangan yang memadai serta rumah yang nyaman
yang terbebas dari ancaman dan ganguan pihak lain, baik binatang lain maupun
manusia.
Terakhir, upaya pelesatrian Badak
Jawa harus terus digencarkan, baik dengan melakukan sosialisasi kepada
masyarakat maupun dengan aksi-aksi yang mendukung pelestarian Badak Jawa.
Kegiatan lomba menulis ini juga merupakan upaya yang sangat tepat dalam menyosialisasikan
pelestraian Badak Jawa di masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu mendukung
situ-situs edukasi seperti vivo.co.id serta organisasi pemeduli Badak Jawa
seperti WFF.
By : Fatima Az Zahra
Salah satu Esai saya yang dimuat di www.viva.co.id
0 komentar:
Posting Komentar