Selasa, 30 Agustus 2016

Agar Badak Jawa Gak Pusing Pala Barbie

   Tidak ada komentar     
categories: 
Istilah “Pusing Pala Barbie” mugkin cocok untuk menggambarkan kehidupan Badak Jawa yang kian
hari kian memprihatinkan. Hal ini karena jumlah mereka yang semakin menyusut dan terdesak. Dewasa ini, permasalahan yang paling intens dibicarakan adalah mengenai mengadaan rumah yang nyaman untuk keberlangsungan hidup Badak Jawa.
Upaya menyediakan rumah yang nyaman dan aman bagi binatang bernama Badak Jawa ini tidak dapat ditunda lagi. Deretan panjang ancaman kepunahannya seharusnya menjadi perhatian berbagai pihak. Kehidupan di hutan belantara sudah tak lagi menjadi urutan nomer satu, mengingat banyaknya pemburuan liar terhadap hewan langka ini.
Berbagai hal telah diupayakan guna menemukan rumah yang memadai untuk keberlangsungan episode kehidupan Badak Jawa,  terutama Badak Jawa yang sudah terancam punah. Di Indonesia, populasi Badak Jawa Jawa bisa di temukan di Taman Nasional Ujung Kulon  dengan jumlah yang sangat sedikit, hanya sekitar 60 ekor.
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan wilayah yang  cocok untuk habitat Badak Jawa. Namun, perlu dipertimbangkan lagi untuk membiarkan Badak Jawa bertahan di Taman Nasional Ujung Kulon. Mengingat lokasi Taman Nasional Ujung Kulon yang berdekatan dengan Gunung Krakatau yang suatu waktu dapat meletus dan menghancurkan populasi hewan langka ini. Disamping itu, di Taman Nasional Ujung Kulon Badak Jawa Jawa harus hidup dengan dua kekhwatiran besar, yaitu ancaman pemburu gelap yang menginginkan cula mereka dan jumlah asupan pakan alami yang kurang, karena Badak Jawa harus bersaing dengan Banteng yang jumlahnya lebih besar dibandingkan Badak Jawa.
Melihat penomena tersebut, maka keputusan untuk menemukan rumah baru bagi Badak Jawa sangat perlu di lakukan, mengingat populasi Badak Jawa yang semakin terdesak. Berdasarkan penelitian awal WFF, tersebutlah Taman Nasional Halimun di Gunung Salak, Jawa Barat sebagai rumah kedua yang cocok untuk Badak Jawa, karena lokasinya yang tidak terlalu jauh serta pernah menjadi habitat Badak Jawa.
Taman Nasional Halimun di Gunung Salak dianggap lebih nyaman untuk rumah Badak Jawa. Hal ini karena Badak Jawa bisa bebas mencari makan tanpa harus khawatir bersaing dengan Banteng seperti di Taman Nasional Ujung Kulon. Hal lain yang menjadi pertimbangan untuk memilih Taman Nasional Halimun di Gunung Salak sebagai lokasi baru untuk rumah Badak Jawa, karena topografi Taman Nasional Halimun di Gunung Salak sangat sesuai dengan habitat Badak Jawa. Selain itu, lokasi Taman Nasional Halimun di Gunung Salak juga berada jauh dari gunung berapi, sehingga populasi Badak Jawa dirasa lebih aman berada di Taman Nasional Halimun di Gunung Salak dibandingkan tetap berada di Taman Nasional Ujung Kulon.
Seperti halnya manusia ketika hendak pindah ke rumah baru, mereka butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi rumah barunya. Begitu pula dengan Badak Jawa. Bukan perkara mudah memindah Badak Jawa dari Taman Nasional Ujung Kulon ke Taman Nasional Halimun di Gunung Salak. Kekhawatiran terbesar adalah Badak Jawa tidak mampu beradaptasi dengan habitat baru mereka. Namun, ada bebarapa hal yang bisa dilakukan guna mengoptimalkan pemindahan rumah Badak Jawadan tentunya membuat mereka nyaman di rumah baru. Adapun hal-hal tersebut, yaitu :
1.      Optimalisasi Kubangan yang nyaman. Mengingat Indonesia sekarang berada dalam musim kemarau, maka perlu adanya upaya dari pemerintah maupun masyarakat untuk turut menjaga ketersediaan air bagi Badak Jawa. Adapun upaya yang dilakukan dengan rutin mengontrol daerah kubangan. Hal ini dimaksudkan agar jangan sampai terjadi kekeringan di daerah kubangan. Jika didapati kubangan dalam kondisi kering, maka petugas perlu melakukan penyaluran air menuju tempat-tempat kubangan tersebut. Disamping itu, untuk menjaga kubangan tetap terisi air, dapat dilakukan dengan penggalian sumur di dekat kubangan yang berfungsi sebagai lokasi cadangan air, jika suatu waktu kubangan mengalami kekeringan. Kubangan yang nyaman akan mampu meminimalisir tingkat stres Badak Jawa, karena binatang yang satu ini umumnya lebih suka berlama-lama dalam kubangan. Selain untuk menjaga suhu tubuh, berkubang di lumpur juga dapat mencegah penyakit dan parasit.
2.      Sistem keamanan habitat baru perku ditingkatkan, agar meminimalisir aksi pemburuan liar dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memasang kamera pengintai lebih banyak. Sebagai catatan, sebelum melakukan pemasangan kamera pengintai, petugas harus mengetahui jalur-jalur yang biasa dilalui Badak Jawa. Nah, upayakan agar kamrea pengintai dipasang di jalur-jalur yang biasa dilalui Badak Jawa.
3.      Kedepan, Badak Jawa akan berada di Taman Nasional Halimun Gunung Salak yang juga merupakan lokasi wisata, maka ada baiknya petugas menyiapkan jalur khusus untuk pengunjung agar tidak mengganggu aktivitas Badak Jawa. Kita ketahui bersama, bahwa sifat dasar Badak Jawa adalah tenang dan pemalu, kecuali sedang berkembang biak atau seekor induk yang sedang mengasuh anakknya.
4.      Pengelolaan Taman Nasional Halimun Gunung Salak juga harus memperhatikan ketersediaan pakan alami Badak Jawa. Di Taman Nasional Ujung Kulon ketersediaan pakan alami Badak Jawa sangat minim. Hal ini disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan tanaman Invasi langkap (Arenga Obtusifolia) di sekitar lokasi tumbuhnya pakan alami Badak Jawa. Tumbuhan tersebut menghalangi masuknya sinar matahari yang akhirnya menghambat tumbuhnya semak-semak dan ranting yang menjadi pakan alami Badak Jawa.
            Demikianlah upaya yang dapat dilakukan untuk optimalisai rumah yang nyaman bagi Badak Jawa. Intinya, setiap mahluk hidup akan merasa aman dan nyaman jika kebutuhan pokok mereka telah terpenuhi. Oleh karena itu, upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka mendukung perkembangbiakan dan kenyamanan Badak Jawa adalah dengan memenuhi kebutuhan pokok Badak Jawa berupa penyedian pangan yang memadai serta rumah yang nyaman yang terbebas dari ancaman dan ganguan pihak lain, baik binatang lain maupun manusia.
            Terakhir, upaya pelesatrian Badak Jawa harus terus digencarkan, baik dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun dengan aksi-aksi yang mendukung pelestarian Badak Jawa. Kegiatan lomba menulis ini juga merupakan upaya yang sangat tepat dalam menyosialisasikan pelestraian Badak Jawa di masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu mendukung situ-situs edukasi seperti vivo.co.id serta organisasi pemeduli Badak Jawa seperti WFF.   

By : Fatima Az Zahra
Salah satu Esai saya yang dimuat di www.viva.co.id

0 komentar:

Posting Komentar