Minggu, 31 Januari 2016

Kesan KMGP the Movie Gorontalo : Nyesel Ngundang Mas Gagah (Hamas Syahid Izzudin) Ke Gorontalo


Malam mulai menua, tapi hiruk pikuk di sini masih serasa pagi yang baru merekah.
“Mas Hamas lagi dong.. saya..saya..saya….”

Begitulah kurang lebih cuap-cuap yang terdengar dari para peserta NOBAR KMGP yang pengen mengabadikan moment bersama pemeran utama Film Ketika Mas Gagah Pergi (Hamas Syahid Izzudin). Selfi, Grufi ampe foto Formal juga terjadi malam itu. Penonton kelihatan antuasias tuju keliling, hehe
Panitiap un sedikit kewalahan meladeni permintaan para peserta, ternyata bukan hanya mas Gagah yang pergi, malam pun hendak pergi, bergeser sedikit ke tengah,,, dan satu fakta bahwa Mas Hamas sudah lelah..
Di sela-sela FOBAR terdengar suara salah satu panitia
“Sudah dulu Mas Hamas mau istirahat”
Tapi siapa yang menggubris, semua peserta tenggelam dalam kesenangan mereka. Mulai dari HP, kamera pocket ampe kamera DSLR seperti tak inginberhenti mengabadikan moment,
Mungkin karena satu fakta “Moment tak menanti lensamu”
Mas Iman, Pak ketua FLP kota yang paling Kece itu sudah mulai gelisah melihat kondisi Mas Hamas, akhirnya tegas panitia menyudahi foto-foto dan jadilah Mas Hamas dipulangkan menuju kamar hotel.. Maksudnya kembali ke kamar
Sampai di Lobby ternyata masih ada sesi lanjutan.
Yapp, apaliagi kalau bukan sesi video, tentu ini ulah siapa lagi. Anggota Divisi Medajar yang paling Gagah,, hehe
Iya Mas Gagah eh bukan Maksudnya Mas Iqbal. Dia mulai beraksi..
“emm, Mas Hamas boleh video wawancara tentang Gorontalo begitu gak?”
Gayungpun bersambut, Mas Hamas mengiyakan, jadilah Iqbal bertingkah bak Reporter Mimoza TV.
Wawancara pun berlangsung khidmat, maksdunya rame, kerana panitia yang dibelakang gak berenti ketawa liat tingkahnya Iqbal yang gokil abisss…
Tapi, Ada satu yang buat saya bangga dengan wawancara ini, apalagi kalau bukan pendapat mas Hamas tentang Gorontalo, emm kalau gak salah itu pertanyaan pertamanya Mas Iqbal
“Saat saya di atas pesawat, saya disuguhkan dengan pemandangan perbukitan yang sangat indah, dan saat turun dari pesawat saya dibuat kagum dengan kelezatan masakannya,..
Dan satu yang membuat saya bangga pada Gorontalo, Gorontalo dengan keindahannya masih tetap mempertahankan keislamannya.” Lanjut Pemeran Utama Ketika Mas Gagah Pergi ini
Yeee.. super sekali Mas Hamas
Setelah itu bergantian panitia meminta Mas Hamas untuk kirim-kirim salam atau sekedar say hello, mulai dari salam buat Ka Mulki, Salam buat Fakultas Sastra dan Budaya ampe salam-salam lain dehh..
Salut deh buat Mas Hamas yang tetap senyum negeladenin permintaan buanyak dari peserta dan panitia.. di sela waktu sekitar H-5 menit sebelum Hamas kembali ke Kamar hotel beliau meminta izin untuk mengaji sedikit, pikirku mungkin itu cara beliau melepas penat dan lelah yang sudah menerpa sedai siang..
Satu kata “Subhanallah………”
Sempat terbesit di hati
“Andaikan semua artis seperti Mas Hamas Syahid, di sela-sela lelah bukan dengerin music atau karokean tapi melantunkan ayat-ayat penyejuk jiwa, penenang Qalbu. Pasti tidak ada lagi deh anak muda yang bakalah kena penyakit GALAU
Dan sejak detik itu hingga kepulangan Mas Hamas ke Jakarta, aku seperti ingin terus menangis (note:bukan Baper ya)
Ya.. menangis karena Iri terhadap beliau,
Benar adanya “Akhlak itu nomor wahid dalam segala hal, itulah kenapa Rasulullah Saw diperintahkan Allah untuk memperbaiki akhlak seluruh umat”
Dan melalui film ini, Mas Hamas sudah membuktikan bagaimana sebenarnya pemuda itu, pemuda memang makhluk LABIL, tapi itu bukan alasan untuk bertingkan labil dengan hal-hal gak penting yang justru membunuh masa produktif kita, mas kontibusi kita.. kedatangan Mas Hamas di kota Serambi Madinah telah membuka nurani yang lama membatu
“Bahwa kesempurnaan fisik itu harus diimbangi dengan kesempurnaan akhlak” Gak cukup hanya dengah Gagah Luar tanpa Gagah Hati.
Benar-benar NYESEL ngundang mas Hamas baru sekarang ke Gorontalo, coba aja dari dulu, pasti lebih banyak memuda yang melek..hehe
Harapan besar dan sekaligus do’a semoga dengan datangnya Mas Hamas di Gorontalo bisa menjadi inspirasi dan motivasi tersendiri di hati seluruh penonton maupun panitia yang terlibat untuk menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik terus dan akan ada Mas Gagah-Mas Gagah lain yang akan bermunculan di bumi Serambi Madinah ini.. Aamin
Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus…
Dan terakhir Jazakillah Katsiron untuk Mas Hamas Syahid Izzudin sudah datang di Gorontalo, dan yang paling terakhir buat Mas Arbani Yazid semoga bisa nyusul Mas Hamas, siapa tahu bisa jadi hafizd juga.. Aamin
#KMGPtheMovie
#IniFilmKita
#KitayangMODALIN
#kitayangBUAT
#DuniayangTonton
#AyoNontonKMGPtheMovie

By. Ketua Divisi Medjar FLP Kota Gorontalo
Fatima Az zahra
 


0 komentar:

Posting Komentar