Malam mulai menua, tapi hiruk pikuk di sini masih serasa pagi yang baru merekah.
“Mas Hamas lagi dong..
saya..saya..saya….”
Begitulah kurang lebih cuap-cuap yang terdengar dari para peserta NOBAR KMGP yang pengen mengabadikan moment bersama pemeran utama Film Ketika Mas Gagah Pergi (Hamas Syahid Izzudin). Selfi, Grufi ampe foto Formal juga terjadi malam itu. Penonton kelihatan antuasias tuju keliling, hehe
Panitiap un sedikit kewalahan
meladeni permintaan para peserta, ternyata bukan hanya mas Gagah yang pergi,
malam pun hendak pergi, bergeser sedikit ke tengah,,, dan satu fakta bahwa Mas
Hamas sudah lelah..
Di sela-sela FOBAR
terdengar suara salah satu panitia
“Sudah dulu Mas Hamas
mau istirahat”
Tapi siapa yang
menggubris, semua peserta tenggelam dalam kesenangan mereka. Mulai dari HP,
kamera pocket ampe kamera DSLR seperti tak inginberhenti mengabadikan moment,
Mungkin karena satu
fakta “Moment tak menanti lensamu”
Mas Iman, Pak ketua FLP
kota yang paling Kece itu sudah mulai gelisah melihat kondisi Mas Hamas,
akhirnya tegas panitia menyudahi foto-foto dan jadilah Mas Hamas dipulangkan
menuju kamar hotel.. Maksudnya kembali ke kamar
Sampai di Lobby ternyata
masih ada sesi lanjutan.
Yapp, apaliagi kalau
bukan sesi video, tentu ini ulah siapa lagi. Anggota Divisi Medajar yang paling
Gagah,, hehe
Iya Mas Gagah eh bukan
Maksudnya Mas Iqbal. Dia mulai beraksi..
“emm, Mas Hamas boleh
video wawancara tentang Gorontalo begitu gak?”
Gayungpun bersambut, Mas
Hamas mengiyakan, jadilah Iqbal bertingkah bak Reporter Mimoza TV.
Wawancara pun berlangsung
khidmat, maksdunya rame, kerana panitia yang dibelakang gak berenti ketawa liat
tingkahnya Iqbal yang gokil abisss…
Tapi, Ada satu yang buat
saya bangga dengan wawancara ini, apalagi kalau bukan pendapat mas Hamas
tentang Gorontalo, emm kalau gak salah itu pertanyaan pertamanya Mas Iqbal
“Saat saya di atas
pesawat, saya disuguhkan dengan pemandangan perbukitan yang sangat indah, dan
saat turun dari pesawat saya dibuat kagum dengan kelezatan masakannya,..
Dan satu yang membuat
saya bangga pada Gorontalo, Gorontalo dengan keindahannya masih tetap
mempertahankan keislamannya.” Lanjut Pemeran Utama Ketika Mas Gagah Pergi ini
Yeee.. super sekali Mas
Hamas
Setelah itu bergantian
panitia meminta Mas Hamas untuk kirim-kirim salam atau sekedar say hello, mulai
dari salam buat Ka Mulki, Salam buat Fakultas Sastra dan Budaya ampe
salam-salam lain dehh..
Salut deh buat Mas Hamas
yang tetap senyum negeladenin permintaan buanyak dari peserta dan panitia.. di
sela waktu sekitar H-5 menit sebelum Hamas kembali ke Kamar hotel beliau
meminta izin untuk mengaji sedikit, pikirku mungkin itu cara beliau melepas
penat dan lelah yang sudah menerpa sedai siang..
Satu kata “Subhanallah………”
Sempat terbesit di hati
“Andaikan semua artis
seperti Mas Hamas Syahid, di sela-sela lelah bukan dengerin music atau karokean tapi melantunkan ayat-ayat penyejuk jiwa, penenang Qalbu. Pasti tidak ada lagi
deh anak muda yang bakalah kena penyakit GALAU”
Dan sejak detik itu
hingga kepulangan Mas Hamas ke Jakarta, aku seperti ingin terus menangis
(note:bukan Baper ya)
Ya.. menangis karena Iri
terhadap beliau,
Benar adanya “Akhlak itu
nomor wahid dalam segala hal, itulah kenapa Rasulullah Saw diperintahkan Allah
untuk memperbaiki akhlak seluruh umat”
Dan melalui film ini, Mas
Hamas sudah membuktikan bagaimana sebenarnya pemuda itu, pemuda memang makhluk LABIL,
tapi itu bukan alasan untuk bertingkan labil dengan hal-hal gak penting yang
justru membunuh masa produktif kita, mas kontibusi kita.. kedatangan Mas Hamas
di kota Serambi Madinah telah membuka nurani yang lama membatu
“Bahwa kesempurnaan
fisik itu harus diimbangi dengan kesempurnaan akhlak” Gak cukup hanya dengah
Gagah Luar tanpa Gagah Hati.
Benar-benar NYESEL ngundang
mas Hamas baru sekarang ke Gorontalo, coba aja dari dulu, pasti lebih banyak memuda yang melek..hehe
Harapan besar dan sekaligus do’a semoga
dengan datangnya Mas Hamas di Gorontalo bisa menjadi inspirasi dan motivasi
tersendiri di hati seluruh penonton maupun panitia yang terlibat untuk menjadi
lebih baik, lebih baik, dan lebih baik terus dan akan ada Mas Gagah-Mas Gagah
lain yang akan bermunculan di bumi Serambi Madinah ini.. Aamin
Allah Dulu, Allah Lagi,
Allah Terus…
Dan terakhir Jazakillah
Katsiron untuk Mas Hamas Syahid Izzudin sudah datang di Gorontalo, dan yang
paling terakhir buat Mas Arbani Yazid semoga bisa nyusul Mas Hamas, siapa tahu
bisa jadi hafizd juga.. Aamin
#KMGPtheMovie
#IniFilmKita
#KitayangMODALIN
#kitayangBUAT
#DuniayangTonton
#AyoNontonKMGPtheMovie
By. Ketua Divisi Medjar
FLP Kota Gorontalo
Fatima Az zahra
