Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Agustus 2016

Ini Makna Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Bagi Guru

Bertahun-tahun yang lalu, saya masih meraba-raba untuk memahami apa makna sesungguhnya dari seorang guru yang diberi tanda kehormatan sebagai PAHLAWAN tanpa tanda jasa.
Hingga saat dimana saya, tiga tahun lalu berstatus sebagai Mahasiswi yang kelak akan menjadi seorang guru. Dimana status itu sebenarnya tak saya inginkan.
"Duh, dimana 'gengsi' nya sebagai seorang guru? cita-cita saya kan jadi dokter atau jadi pegawai di Departemen Keuangan. Gajinya kan banyak." begitu pikir saya diawal-awal menjalani hari sebagai calon guru masa depan.
"Apa yang mau diharapkan dari profesi seorang guru? gaji pas-pasan, tugasnya juga gak mudah." Tapi semua pikiran-pikiran seperti itu sirna seiring perlahan saya menikmati proses untuk menjadi guru.
Hati gak bisa bohong dan jalan-Nya tak pernah salah. Saya ditakdirkan untuk menjadi seorang Guru, ya seorang Guru!
Proses demi proses saya jalani menuju terwujudnya menjadi seorang guru. Tiga tahun kuliah, teori sudah ditangan tinggal praktek yang dinanti, menikmati hari-hari menjadi seorang ibu guru.
Akhirnya, setelah mencari-cari makna yang sesungguhnya dibalik kata PAHLAWAN itu, dua bulan yang lalu saya menemukannya, saya dapat memaknainya. Karena dimulai dua bulan yang lalu, saya berdiri dihadapan 40 pasang mata. Menyapa generasi muda, bertanya apa mimpi mereka. Ya, saya menjadi guru sesungguhnya. Kini benar-benar menjadi nyata.
Tau seperti apa rasanya berdiri dihadapan penerus generasi bangsa ini? Menjadi pusat perhatian dari seluruh pasang mata. Jika saat itu saat yang tepat untuk meneteskan airmata, saya ingin menangis, menangis haru dihadapan mereka. saya BAHAGIA, itulah ungkapan hati saya.
Perasaan ini mungkin takkan saya rasakan kalau saya menjadi seorang dokter. Kini saya tau, saya lebih dari seorang dokter. Ketika dokter bertugas menyembuhkan orang sakit, tapi saya bertugas menyembuhkan moral yang sakit. Ya, seperti apa generasi bangsa ini ada ditangan seorang guru bukan dokter. Maka dengan bangga saya mengatakan saya adalah GURU.
Suatu ketika salah satu murid saya bertanya, "Buk, kenapa guru disebut PAHLAWAN TANPA TANDA JASA? kan kami bayar uang sekolah, guru juga digaji." saya tersenyum kecil mendengar pertanyaan itu.
"Sekarang ibu mau tanya sama kamu, sudah cukup uang sekolah dan gaji yang diterima seorang guru untuk membalas jasa-jasanya? Guru yang mengenalkan kamu huruf A-Z, guru yang dengan sabar membimbing kamu mengenalkan hal-hal yang kamu gak tau hingga membuat kamu sukses dan kelak kamu mempunyai gaji yang lebih dari guru kamu. Apakah kamu masih membayar lagi kepada nya atas kesuksesan kamu itu? bahkan nanti kamu lupa namanya." saya tatap sang murid yang terdiam.
"Berapa mahal sih kamu bayar seorang guru untuk sekedar menegur kamu kalau kamu malas belajar, menasehati kamu kalau kamu mulai salah, padahal guru kamu itu bukan siapa-siapa kamu, gak ada hubungan darah, tapi dia rela membuang energinya untuk memberi nasehat panjang lebar untuk kamu." murid itu semakin terdiam.
Mulia sekali bukan? Guru itu Profesi yang luar biasa, yang tak bisa dipandang sebelah mata. Dari tangan sang guru lah terlahir matahari yang akan memberi cahaya pada Negeri ini.
Masih pantaskah  kita bertanya kenapa atas kehormatan PAHLAWAN TANPA TANDA JASA itu?
Sekarang saya semakin sadar, bukan gaji yang tinggi yang saya cari, tapi semangat yang tinggi untuk menciptakan generasi yang hebat. Bukan generasi yang hanya pintar tapi juga bermoral.
Menjadi seorang guru itu ternyata harus dari hati, karena nilai sebuah ketulusan benar-benar diuji. Dua bulan yang lalu pun saya menyadari tugas guru yang sesungguhnya adalah mendidik tapi tidak menggunakan kekerasan pada fisik. Saya murka dengan guru yang seenaknya melayangkan tamparan kepada murid-muridnya saat mereka melakukan suatu kenakalan, bagi saya cukup dengan menampar hati mereka dengan nasehat, itu akan memberi bekas yang lama, namun tamparan wajah hanya akan memberi rasa benci dan dendam dihati mereka. Jangan pernah didik mereka dengan kekerasan didiklah dengan kasih sayang.
Kenakalan murid itu hanya sebuah perasaan yang tak bisa mereka ungkapkan, bahwa mereka ingin diberi ekstra perhatian. Sulitkah menebar cinta pada mereka?
Semoga  cita-cita ini terwujud, bisa melahirkan banyak matahari untuk Indonesia hingga Indonesia bercahaya dari sinar Matahari yang sempurna.
Akhirnya saya benar-benar menemukan maknanya. Makna dibalik kata PAHLAWAN itu, yang kini tanda kehormatan PAHLAWAN bisa saya sandang jika menjadi Guru yang sesungguhnya. Guru yang bukan datang kesekolah hanya karena mengharap gaji semata, tapi Guru yang datang karena panggilan jiwa. Jiwa yang rindu kebaikan moral bangsanya. Ya, itulah guru sesungguhnya.

Jangan Jadi Mahasiswa Biasa : “Unstoped Dreaming With LDK SKI UNG”

   Tidak ada komentar     
categories: 
LDK, panjangnya Lembaga Dakwah Kampus. Pernah dengar? Pasti pernah dong! Kesan mendengar nama LDK disebut? Biar saya tebak. Pertama, kalian pasti bilang “ih kegiatannya Cuma ke kampus dan ke masjid alias Cuma dakwah. Uhh ngebosenin, gak kece”. Kedua, kalian juga bilang ”serem banget harus pakai jilbab besar, aduuh aku yang pakai jilbab kecil aja kepanasan apa lagi mau pakai yang besar.

Eits tunggu dulu, jangan lihat dari covernya dong. Kegiatan LDK gak kaku seperti yang sahabat bahasakan tadi. Nih biar dijelasin sedikit, LDK pastinya merupakan organisasi intra kampus, sama halnya dengan Senat, HMJ dan BEM. Tapi, kami memiliki satu warna yang menjadi pembeda antara LDK dan organisasi lain. Orientasi terbesar anak LDK adalah mengembara dimuka bumi tapi tetap bermuara pada Ridho-Nya. Di LDK diajarkan bagaimana mahasiswa mampu untuk mengatur waktu, bukan waktu yang mengatur mahasiswa. 
 

Masih bingung dengan makna kalimat yang bergaris bawah di atas? 
Gini nih, pasti sebagai mahasiswa kita menginginkan hal-hal yang besar, mulai dari impian besar, kehidupan yang mapan, sampai pada hal terkecil sekalipun. Bagaimana kita tidak harus dipusingkan dengan tugas kuliah yang numpuk. Padahal mahasiswa ya sahabatnya memang tugas, kalau gak mau dapat tugas, kenapa milih resiko untuk kuliah? Hehe bercanda. Lanjut ya, tentunya untuk mewujudkan hal-hal besar tersebut. Kita akan melakukan hal besar pula.                                                                                          
   “Never give up on what you really to do. The person with big dreams is more powerful then the on with all the facts” .Albert Eistein

Kapan kita mampu melakukan hal besar tersebut? Jawabannya adalah ketika kita mampu mengatur waktu yang kita miliki. maka setiap kegiatan akan bernilai besar. Nah itu lah salah satu motto anak LDK, menyibukkan diri dengan kebaikan agar tidak disibukkan dengan keburukan. 

Sebagai mahasiswa, menjadi sibuk adalah teman hidup. dengan menyibukkan diri berarti kita terhindar dari kesia-siaan waktu. Tapi pernah tidak kita berfikir bahwa kesibukkan yang kita lakukan kemudian akan mendatangkan manfaat? Let's pikirkan!

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Ahmad, Thabrani, Darutqutni)

Nah, sobat sekalian. Menyibukkan diri dalam aktivitas yang bermanfaat dapat membentuk karakter kita menjadi orang yang bermanfaat pula lo. Tapi, ingat dulu. Ketika kita disibukkan dengan aktivitas dakwah alias ngajak orang menuju kebaikkan, tidak berarti kita meninggalkan amanah orang tua, kuliah.iyalah. Ingatlah ketika kita menolong saudara kita, maka sama halnya dengan menolong Allah.

”... Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S Muhammad :7) 

Pada hakekatnya mahasiswa selalu berfikir bagaimana menjadi baik dan sukses. Sementara keseharian tak mendukung kalimat sukses yang selalu terlontar. Nah, coba deh mulai berfikir. Atur sedemikian mungkin waktu dan kegiatan yang sahabat miliki. Coba mulai biasakan diri dengan hal yang bermanfaat bukan kesia-siaan

Mula-mula manusia akan membentuk sebuah kebiasaan, lama-lama kebiasaanlah yang akan membentuk manusia tersebut”

So, siap biasakan diri dengan kebaikkan? LDK menanti! Di sinilah bejana yang siap menampung segala aspirasi sahabat. Bengkel paling ampuh untuk memperbaiki mindset hidup mahasiswa pada umumnya.

“Anda di masa datang adalah apa yang anda lakukan saat ini”
So Ayo Lakukan hal-hal terbaik untuk masa depan kita, guesss